UOB BUANA MITRA

UOB Buana Mitra

Bisnis Pakaian-Jadi
Tak Kalah Sebelum Bertanding

Bisnis pakaian-jadi yang digelutinya berkaca dari pengalaman orang tua dan pamannya. Apa strateginya hingga usahanya bisa berkembang dan sukses? Benfil Michel bangga menjadi nasabah UOB Buana.

KESUKSESAN didulang Benfil Michel dari bisnis yang ditekuninya sejak 1992 sampai dengan sekarang. Menurut lelaki kelahiran Pariaman, Sumatra Barat, 3 September 1969, ini, kesuksesan tersebut merupakan buah keuletan dan kegigihannya dalam menjalankan usaha.

Keberhasilan yang diraih Michel, sapaan akrabnya, juga tidak terlepas dari peran orang tuanya. Orang tuanya tidak pernah putus asa membimbingnya. “Pertama kali saya belajar dengan orang tua bagaimana menjalankan bisnis ini. Selain itu, saya mendapat pengetahuan tambahan dalam menjalankan usaha ini dari paman saya,” akunya kepada Majalah Warta UOB Buana, belum lama ini.

Michel menceritakan mulanya bisa tertarik menggeluti usaha yang ditekuni saat ini. Dia mengaku, sejak kecil sudah paham berbisnis. Maklum, orang tuanya pedagang, sehingga mau tidak mau dia pun terjun membantu bisnis dagang orang tuanya. “Jiwa dagang sudah melekat di hati karena sejak kecil sudah mengikuti orang tua berdagang,” ujarnya.

Karena berbakat berdagang tersebut, Michel pun mulai bisnis pakaian-jadi dengan membuka Toko Mayora di Pasar Plaza Sukaramai, Pekanbaru, Riau, pada 1992. Alasannya memilih berbisnis pakaian-jadi, menurutnya, dulu, dia sempat mengikuti pamannya yang berbisnis pakaian-jadi. Karena melihat bisnis pakaian-jadi cukup menguntungkan, dia pun ikut terjun ke sana.

Macam-macam pakaian-jadi dia jual, seperti baju anak-anak dan ibu-ibu. Dewi fortuna memayungi bisnisnya. Pakaian-jadinya banyak dibeli orang. Tidak hanya masyarakat sekitar Kota Pekanbaru, tapi juga masyarakat dari luar kota. Ada pula yang datang dari provinsi lain.

Dewi fortuna kembali memayunginya setelah krisis moneter menghempas negeri ini. Sekitar 1999-2000, banyak perusahaan besar lari atau mengalihkan usahanya ke luar negeri akibat hempasan krisis moneter. Yang tersisa di dalam negeri adalah usaha-usaha kecil. Kekosongan barang terjadi. Sebab, pasar yang selama ini lebih banyak  diisi oleh perusahaan-perusahaan besar hanya dipasok usaha-usaha kecil yang tentu kapasitasnya tidak terlalu besar. Pasokan dan permintaan barang pun sangat timpang. Karena order melimpah, banyak pengusaha kecil melakukan ekspansi usaha dan meraup untung besar.

Kini, Michel ia sudah memiliki dua toko pakaian-jadi di tempat yang sama. Omzet kedua toko tersebut sekitar Rp2 juta per hari. “Kalau lagi nasib baik, untungnya bisa lebih dari Rp2 juta per hari,” tambahnya.  

Dalam mengelola usahanya, Michel tak pernah lupa pesan yang dikatakan orang tuanya, yaitu selalu optimistis dan yakin dalam menjalan usaha. Ibarat pertandingan olah raga, jangan kalah sebelum bertanding.

Selain itu, Michel selalu memegang prinsip jangan menipu orang atau pelanggan. Dia selalu berusaha menjual barang dengan harga normal. Jangan sekali-kali harganya dilebihkan untuk meraup untung banyak. Walaupun dalam jangka pendek seakan-akan rugi, dia tetap melakukannya. Yang penting, tandasnya, untuk jangka panjang, apa yang dilakukannya akan sangat menguntungkan.

Perjalanan sukses bisnis Michel juga melibatkan sentuhan Bank UOB Buana. Michel mengenal UOB Buana jauh sebelum menjadi nasabahnya. “Saya kenal UOB Buana karena referensi kakak saya, yang sudah menjadi nasabah UOB Buana,” akunya.

Michel menjadi nasabah UOB Buana sejak tahun 2000 sampai dengan sekarang. Mulanya adalah kenyataan bahwa modal putar produksinya besar sekali dan dibutuhkan tambahan dana untuk menopangnya. Apalagi, membeli bahan baku saja harus tunai. Tidak boleh kredit.

Karena itu, dia mengajukan permohonan kredit ke UOB Buana. Untuk pertama kali, dia mengajukan permohonan kredit untuk menambah modal usaha dan langsung disetujui. Jumlahnya sekitar Rp80 juta.

Setelah berjalan cukup lama, Michel mengajukan permohonan pinjaman kedua sebesar Rp150 juta. “Karena pembayaran cicilan kredit pertama saya lancar, maka UOB Buana tidak keberatan ketika saya mengajukan peminjaman kredit yang kedua dengan plafon yang lebih besar,” paparnya.

Proses permohonan kredit yang diajukan Michel ke UOB Buana berjalan mulus, tanpa kesulitan. Prosesnya tak lama. Pelayanan yang diberikan pun tidak merepotkannya. Wajar kalau dia bangga menjadi nasabah UOB Buana.

 

 
<< kembali
 

©2007, PT Bank UOB Buana Tbk.